Selamat Datang di Blog yang Sederhana ini

Selamat Datang di Blog yang Sederhana ini
Tampilkan postingan dengan label Morfologi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Morfologi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 April 2012

Bunga


Bunga merupakan modifikasi dari daun dan batang, dan berkembang dari pucuk yang tumbuh menjadi ranting diiringi daun-daun yang sangat rapat.
Pada ujung ranting tersebut terdapat ada bagian yang membengkak yang disebut dasar bunga (receptalum) dan dibawahnya terdapat tangakai bunga (pedicle). Pada dasar tangkai bunga terdapat daun pelindung (braktea). Bila daun pelindung itu terdapat pada tangkai bunga pebungaan dan melindungi seluruh perbungaan disebut dengan seludang bunga (spatha). Sedangkan daun pelindung untuk setiap anak bunga disebut brakteola.
Bunga yang biasanya terdapat di ujung-ujung cabang atau batang disebut bunga terminalis dan ada juga yang terdapat pada ketiak daun disebut dengan bunga axilaris.
Morfologi umum bunga
Bunga tediri dari:
1.      Perhiasan bunga (periantum), yang terdiri dari:
a.       Sepal/daun kelopak (sepalum, jamak sepala). Keseluruhan daun kelopak disebut kaliks (calix).
b.      Petal/daun mahkota (petalum, jamak petala). Keseluruhan petal (daun mahkota) disebut korola (corola).
c.       Perigonium/tenda. Bila bentuk sepal dan petal tidak dapat dibedakan maka disebut tepal (tepalum, jamak tepala).
2.      Alat kelamin yang terdiri dari:
a.       Stamen atau benang sari. Keseluruhan stamen bunga disebut androecium. Bagiannya adalah kepala sari (anthera) yang berisi serbuk sari (pollen) serta tangkai sari (filamen).
b.      Pistilum (putik) terdiri dari ovarium, stilus dan stigma. Ovarium disusun oleh karpel atau daun buah. Umumnya berjumlah lebih dari satu. Jika bunga memiliki satu karpel arau lebih yang semuanya bersatu maka karpel tesebut disebut pistilum. Didalam ovarium terdapat bakal biji (ovulum).
Variasi bunga
            Alat Kelamin dan Kelengkapannya
1.                     Bunga lengkap, yaitu bunga yang mempunyai sepal, stamen, dan pistilum. Bunga tidak lengkap, yaitu bunga yang tidak memliki salah satu atau lebih bagian-bagian tersebut.
2.                     Bunga banci (bisexual), yaitu bunga yang memiliki alat kelamin jantan dan betina. Sedangkan bunga yang hanya memiliki salah satunya disebut bunga unisexual : bunga jantan (flos maskulus), dan bunga betina (flos femineus).
3.                     Bunga mandul, yaitu bunga yang tidak memiliki alat kelamin. Seperti bunga pita pada bunga matahari.
4.                     Bunga yang mengalami adnasi adalah bunga yang memiliki bagian-bagian yang menyatu.
 
Sepal atau petal
Jika sepal berlekatan dengan sepal yang lain disebut sinsepal, yang akan membentuk tabung kaliks atau bersatu pada pangkalnya saja. Bila petanya terpisah satu sama lain disebut koriopetal.
Stamen
Bila semua stamen menyatu pangkal  sarinya sehingga berbentuk tabung da menjadi berbekas satu disebut monodelphous. Bila berbekas dua disebut diadelphous, dan bila berbekas banyak disebut polydelphous.
Karpel
Bila semua karpel menyatu sehingga pada tepinya terdapat singkap, maka pistilum berstruktur majemuk. Bila karpel menyatu di tepi-tepinya maka tidak akan terdapat sekat di dalam ruang ovarium.
Adnasi
Adnasi yang terjadi antara sepal dan petal akan membentuk tabung perianthium. Pada adnasi antara sepal dan stamen, petal tidak ada sehingga tangkai sari melekat pada tabung kaliks.
Berdasarkan alat kelamin bunga yang terdapat pada satu tumbuhan, maka tumbuhan dapat dibedakan mejadi:
a. Berumah satu (monoecus/monoecious), yaitu tumbuhan yang mempunyai bunga jantan dan bunga betina dalam satu individu.
b. Berumah dua (dioecus/dioecious), jika bunga janta dan bunga betina terletak pada individu berbeda.
c. Poligami (polygamus), jika suatu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga banci seperti pada pepaya. Ada beberapa macam sifat poligami:
1)   Gynodeoecus, jika pada satu individu hanya terdapat bunga betina saja, sedangkan pada individu lain bunga banci. Contoh pada Labiate.
2)   Androdeiocus, jika pada satu individu terdapat bunga jantan saja sedangkan pada individu lain tedapat bunga banci. Contoh pada Dyras octopelata.
3)   Monoeco-polygamus, jika pada satu ndividu terdapat bunga jantan, betina, dan banci bersama-sama. Contoh pada pepaya.
4)      Gynomonoecus, jika pada satu individu terdapat bunga betina da bunga banci bersama-sama.
5)      Trioecus atau trioeco-polygamus, jika bunga jantan, betina, dan banci terpisah pada individu ynag berlainan.
Aestifasi
Aestifasi merupakan tata letak daun kelopak dan mahkota tehadap sesamanya. Variasi susunan daun kelopak dan mahkota antara lain sebagai berikut:
1.        Terbuka (aperta), jika tepi daun kelopak atau mahkota tidak bersenuhan sama sekali.
2.         Berkatup (valvata), jika tepi daun kelopak atau mahkota tidak bertemu (bersentuhan) tapi tidak berlekatan.
3.        Berkatup dengan tepi melipat kedalam (induplicativa).
4.         Berkatup dengan tepi melipat keluar (reduplicativa)
5.        Menyirap (impricata), tepi saling menutup seperti genting. Susunan yang saling meutupi ini dapat dibedakan sbb:
a)      yang terpuntir satu arah (convulata)
b)      mengikuti rumus 2/5 (quniacuncialis)
c)      coclearis (koklearis), jika daun mahkota atau kelopak satu di dalam dan satu di luar.
Simetri Pada Bunga
Bidang simetri pada bunga merupakan bidang vertikal yang membelahbunga dalam berbagai arah sehingga terbagi menjadi dua bagian yang sebangun.
Ada tiga tipe simetri, yaitu:
1.      Radial simetri (achriomorphus).
Bunga dibelah oleh sebuah bidang simetri dalam 3 atau 6 jurusan dan setiap kali akan menjadi dua bagian yang sama dan sebangun.
2.      Bilateral simetri (zygomorphus)
Bunga dibagi oleh bidang simetri dalam satu jurusan yang sama dan sebangun.
3.      Asimetri (asymetrus), dimana suatu bunga yang tidak dapat dibagi sama sekali oleh bidang sinetri menjadi dua bagia yang sama atau setangkup.
Bentuk-bentuk Perhiasan Bunga
Perhiasan bunga ada yang berbentuk bintang, tabung, terompet, mangkuk, periuk, corong, lonceng, dll.
Bentuk-bentuk Perhiasan Bunga yang Zigmorph
Bentuk bentuk bunga yang tidak beraturan antara lain bertaji, berbibir, seperti kupu-kupu pita, dan berkedok.
Bagian-Bagian Bunga
  1. Dasar Bunga (receptaculum)
Dasar bunga (receptaculum) merupakan ujung tangkai bunga tempat melekatnya bagian-bagian bunga seperti calyx, corola, stamen, dan ovarium. Dasar bunga biasanya berukuran kecil dan letak perhiasan bunga merapat pada dasar bunga dengan ruas yang pendek sekali.
Dasar bunga dapat megalam perkembangan sebagai berikut:
a.         Hipantium (hipanthium). Jika dasar bunga berbentuk seperti cangkir atau tabung. Calyx, corola, dan stamen melekat di tepinya. Contoh pada bunga ros.
b.        Torus. Dasar bunga berbentuk kuba yang tinggi dan bakal buah melekat di sisi-sisinya. Contoh pada Passifloraceae.
c.         Antofor (anthophore). Jika ruas dasar bunga diantara kelopak dan bagian lain dari bunga menjadi panjang. Contoh pada bunga anyelir.
d.        Androginofor (androgynophore). Jika dasar bunga memanjang diantara hiasan bunga da mendukung benang sari serta putik. Contoh pada Passiflora.
e.         Androfor (androphore). Jika sumbu dasar bunga memanjang di antara hiasan bunga dan mendukung benang sari, ditemukan pada bunga jantan seperti pada Myristica corticosa.
f.         Ginofor (gynophore). Jika sumbu dasar memanjang dan mendukung putik. Seperti pada bunga cempaka.
g.        Discus atau cakram (discus). Tonjolan yang tumbuh di dasar bunga. Diskus seringkali menghasilkan sekret. Diskus bisa berbentuk tipis dan tak mencolok serta melapisi bagian dalam hipantium. Namun ada pula diskus yang membentuk dasar yang tebal bagi bakal buah, dan bisa berkembang berbentuk cincin , bantal, atau struktur yang terbagi-bagi.
Kedudukan perhiasan bunga pada dasar bunga dibandingkan dengan putik:
1.      Hipoginus, hiasan bunga lebih rendah dari kedudukan putik.
2.      Periginus, jika perhiasan bunga sama tinggi dengan putik atau sedikit lebih tinggi. Contohnya pada bunga bungur.
3.      Epiginus, jika perjiasan bunga lebih tinggi dari putik atau putik tenggelam pada dasar bunga. Cotoh pada bunga kaki kuda
.
  1. Kelopak (calyx)
Kelopak merupakan daun-daun hiasan bunga yang terletak pada lingkaran bunga paling luar. Kelopak tersusun dari daun-daun kelopak (sepala) yang mempunyai sifat:
    1. berlekatan (gamosepalus)
    2. berbagi (paritus)
    3. bercangap (fissus)
    4. berlekuk(labotus)
    5. lepas dan bebas (polysepalus)
    6. beraturan atau aktinomorf
    7. setangkup tunggal atau zigomorf
  1. Tajuk Bunga atau Mahkota Bunga (Corolla)
Bagian-bagian tajuk bunga dinamakan daun tajuk (petala), menunjukkan sifat yang berbeda-beda pula:
a.            Berlekatan (sympetal, gamopetalus, atau monopetalus)
b.         Lepas atau bebas (choriopetalus, dialypetalus, atau polypetalus). Dalam hal ini, setiap daun tajuk dapat dibedakan :
1)      Kuku daun tajuk
2)      Helaian daun tajuk
Tajuk bunga bentuknya bermacam-macam, dan berdasarkan simetri bunga dapat dibedakan:
a.    Beraturan (regularis). Bila tajuk bunga dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama atau setangkup dengan beberapa cara , meliputi bentuk-bentuk bintang, tabung, terompet, mangkuk, corong.
b.   Setangkup tunggal, bersimetri satu atau monosimetris. Jika tajuk bunga hanya dapat dibagi menjadi dua bagian yang setangkup dengan satu cara, seperti pada bunga yang bertaji, berbibir, seperti kupu-kupu, bertopeng atau berkedok, pita.
  1. Tenda Bunga
Tenda bunga dalah hiasan bunga yang tidak dapat dibedakan anatra kelopak dan tajuk bunganya. Bagian-bagian yang menyusun tenda bunga disebut daun tenda bunga (tepala).
Menurut bentuk dan dan warnanya, tenda bunga dapat dibedakan:
1.      Serupa kelopak (calycinus)
2.      Serupa tajuk (corollinus)
  1. Benang Sari (Stamen)
Benang sari adalah alat kelamin janatn. Pada benang sari dapa dibedakan 3 bagian yaitu: angkai sari (filamentum), kepala sari (anrhera), dan penghubung benang sari(connectivum).
Duduk benang sari dapat dibedakan dalam 3 golongan:
3.      Duduk pada dasar bunga (thalamiflorae)
4.      Tampak seperti duduk di atas kelopak (calyciflorae)
5.      Tampak duduk di atas tajuk bunga (corolliflorae)
Jumlah benang sari umumnya dibedakan 3 golongan:
1.      Benang sari banyak atau lebih dari 20 benang sari
2.      Benang sari dua kali lipat jumlah tajuknya,biasanya tersusu dalam dua lingkaran dan ada dua kemungkinan:
a.       diplostemon, pada lingkaran luar berseling dengan daun tajuk.
b.      obdiplostemon, pada lingkarn dalam berseling dengan daun tajuk.
3.      Benang sari sama banyak dengan daun tajuk atau kurang, duduknya ada yang episepal (berhadapan dengan daun kelopak), dan ada yang epipetal (berhadapan dengan daun tajuk).
Berdasarkan panjangnya, benang sari dapat dibedakan:
a). Benang sari panjang dua (didynamus)
b). Benang sari panjang empat (tetradynamus)
Tangkai Sari( filanentum)
Tangkai sari biasanya duduk terpisah-pisah diatas dasar bunga, namun ada pula yang bersatu:
1.      berbekas satu atau bertukal satu (monodelphus)
2.      berbekas dua atau bertukal dua (diadelphus)
3.      berbekas banyak atau bertukal banyak (polyadelphus).
Kepala Sari (anthera)
Daun kepala sari duduk pada tangkai sari bermacam-macam seperti: tegak (innatus), menempel (adnatus), dan bergoyang (vertasilis).
F. PUTIK
Putik disusun oleh daun buah (carpellum), dan daun-daun sebagai keseluruhan yang menyusun putik dinamakan gynaecium. Putik merupakan alat kelamin betina yang salah satu bagiannya mengandung sel telur atau bakal biji (ovulum) yang akhirnya akan menjadi biji (semen).
Putik terdiri dari tiga bagian yaitu : kepala putik (stigma), tangkai putik (sylus), dan bakal buah ovarium)
Bakal buah (ovarium), menurut letaknya pada dasarnya bunga dapat dibedakan :
a.       Bakal buah menumpang (superus)
b.      Bakal buah setengah tenggelam (semi inferus)
c.       Bakal buah tenggelam (inferus)
Jumlah ruang yang terdapat dalam suatu bakal buah :
a.       Beruang satu (inilocular)
b.      Beruang dua ( bilocularis)
c.       Beruangn tiga (trilocularis)
d.      Beruang banyak (multilocularis)
Tembuni adalah bagian bakal buah yang menjadi pendukung bakal biji. Menurut letaknya tembuni dibedakan menjadi :
1.      Marginal (marginalis). Letaknya pada tepi daun buah
2.      Laminal (laminalis), letaknya pada helaian tepi daun buah
Untuk bakal buah yanghanya satu ruang maka letak tembuninya adalah :
a.       Parietal (parietalis), yaitu hanya pada dinding daun buah yang dapat pula dibedakan
1.      pada dinding di tepi daun buah (parietalis-marginalis)
2.      pada dinding di helaian daun buah (parietalis-laminalis)
b.      Sentral )centralis atau axilis), yaitu di pusat atau diporos
c.       Aksilar (axilaris), yaitu di sudut tengah.
Bakal biji atau calon biji sendiri duduk pada tembuni dengan cara yang berbeda-beda. Bagian-bagian bakal biji dapat dibedakan menjadi :
1.      Kulit bakal biji (integumentum)
2.      Badan bakal biji atau nuselus ( nucellus)
3.      Kandang lembaga (saccus embryonalis), yang mengandung sel telur (ovum)
4.      Liang bakal biji (micropyle)
5.      Tali pusar (funiculus)
Tata letak bakal biji pada tembuni
a.       Tegak (antropus)
b.      Mengengguk (anatropus)
c.       Bengkoko (compilotropus) atau disebut juga mengangguk
d.      Melipat (comptotropus)
Kepala putik (Stigma)
Bentuk kepala putik beraneka ragam, biasanya disesuaikan dengan cara penyerbukan pada bunga
a.       Seperti benang, pada bunga jagung
b.      Seperti bulu ayam, pada bunga padi
c.       Seperti bulu-bulu, pada kecipir
d.      Bulat, pada jeruk
e.       Bermacam bentuk lain, seperti bentuk bibir, cawan, serupa daun mahkota
Tangkai kepala putik (stylus)
Tangkai putik biasanya berbentuk buluh yang di dalamnya berongga. Stylus ada yang panjang dan ada yang pendek bahkan ada yang tidak mempunyai stylus (sangat pendek sekali), ada yang bercabang dan ada yang tidak, tapi ujung yang bercabang mendukung stigma.
Diagram Dan Rumus Bunga
A.    Diagram bunga
Adalah suatu gambar yang melukiskan keadaan bunga dan bagian-bagiannya, atau lebih jelasya sebagai berikut :
1.        Suatu gambar proyeksi pad bidang datar dari semua bagian binga yang dipotong melintang (yaitu daun kelopak, tajuk, benang sari dan putik)
2.      Suatu gambar yang bersifat skematis atau suatu peta skematis dari bunga
Gambar dari suatu diagram bunga harus memperhatikan hal :
3.      Letak bunga (terminalis atau axilaris)
4.      Lingkaran bagian-bagian bunga yang disebut lingkaran Consentris
1.      Kemudian alam menggambarkan bagian-bagian bunganya harus diperhatikan mengenai :
1.      jumlah masing-masing bagian bunga
2.      Susunan terhadap sesamanya, umpama susunan sesama sepal dan lain-lain
3.      Susunan terhadap bagian-bagian bunga yang satu dengan yang lain, seperti antara sepal terhadap petal atau stamen terhadap corolla dan lain-lain.
4.      Letak bagian-bagian bugna terhadap bidang median
Dalam menggambarkan penampang melintang setiap bagian bunga harus salng berbeda bisanya dengan bentuk-bentuk tertentu seperti braktea dengan bentuk segitiga. Kaliks berbentuk bulan sabit yang hamper sama dengan corolla tapi bias dibedakan dengan memberi warna gelap pada kaliks dan punya sudut ditengahnya. Untuk stamen bentuk angkan 8 (atau bentuk dari anteranya) dan putik bentuk bundar harus sesuai dengan jumlah karpel, ruang dan ovulnya.
Mengenai diagram bunga ada 2 macam:
1.      Diagram bunga empirik, dimana yang digambarkan adalah bagian-bagian yang benar ada.
2.      Diagram teoritik, selain bagian bunga yangbenar ada juga dicantumkan  bagian-bagian yang sudah tereduksi dan sibolnya biasanya bentuk bintang atau tanda silang.
B.     Rumus Bunga
Yaitu susunan yang dinyatakan dengan sebuah rumus yang terdiri dari lambing-lambang huruf dan angka.
a.       Lambang yang dipakai memberitahukan sifat bunga mengenai simetris dan jenis kelamin bunga.
Actinomorphous : * ; zygomorphous :     , berkelamin jantan : ♂ :
Berkelamin betina : ♀; banci : ♀
b.      Huruf yang dipakai untuk singkatan nama bagian-bagian bunga :
Kelopak           : K (singkatan dari kaliks)
Tajuk               : C ( singkatan dari Corola)
Benang sari     : A (singkatan dari Abdsoecium)
Tenda              : P ( singkatan dari Perigonium)
c.       Angka-angka diletakkan dibelakang huruf menunjukkan jumlah masing-masing bagian, umpamanya : kaliks mempunyai 3 sepal : K3
d.      Cara untuk menyatakan keadaan lain-lain seperti contoh ;
Corolla 6 dalam 2 lingkaran : C3 + 3
Stamen berlekatan pada corola :[C5, A(…)]
Duduk bakal buah menumpang : G (3), kalau terbenam G (3)
Daun kelopak berbentuk tabung : K (5)
Contoh : ♀ K (5) [C 3+3, A6] G (3)
BUNGA MAJEMUK (inforescentia, Anthotaxia)
Bunga majemuk yang disebut juga dengan perbungaan adalah serangkaian atau sekolompok bunga yang disusun dengan percabangan tetentu pada sebuah sumbu yang mendukung bunga.
Bunga-bunga dapat berkumpul pada ibu tangkai bunga yang merupakan tangkai bung majemuk ( pedunculus). Sumbu primer atau sumbu utama utama disebut dengan rakis (rachls), yang merupakan perpanjangan dari ibu tangkai bunga. Sedangkan sumbu sekunder merupakan cabang dari sumbu utama. Masing-masing bunga dari bunga majemuk dapat mempunyai tangkai sendiri (pedcellus), atau dapat pula tidak bertangkai, sehingga dapat dikatakan duduk (sessilis) pada ibu tangkai bunga.
Bunga majemuk dapat dibedakan 3 tipe, yaitu bunga majemuk tak terbatas, bunga majemuk terbatas dan bunga majemuk campuran.
a.      Bunga majemuk tak terbatas
Ciri-ciri bunga majemuk ini adalah :
1.        Sumbu utama (rakis) biasanya panjang dan tidak mempunyai bunga pada ujungnya.
2.      Dalam pertumbuhannya, sumbu utama berturut-turut membentuk cabang-cabang (sumbu sekunder dari pangkal ke ujung dari bawah ke atas)
3.      Jumlah sumbu sekunder yang berbentuk pada sumbu utama biasanya tidak terbatas atau banyak
4.      Sumbu utama biasanya lebih panjang daripada sumbu sekunder
5.      Karena sumbu sekunder terbentuk dari pangkal ke ujung, maka meker bunga dari bawah ke atas (makin mendekati ujung sumbu utama), atau dapat dikatakan dari luar ke dalam (ke pusat)
6.      Bunga yang paling tua (lebih dulu mekar) terletak paling bawah, atau paling jauh dari ujung sumbu utama, sedangkan bunga yangpaling muda terletak pada ujung sumbu utama (susunan acropetal)
Bunga majemuk ini dibedakan atas :
1.      Ibu tangkainya tidak bercabang-cabang, sehingga bunga langsung terdapat pada ibu tangkainya. Yang termasuk golongan ini adalah :
a.       Tandan (racemes atau botrys)
b.      Bulir (spica)
c.       Untai atau bunga lad (amentum)
d.      Tongkol (spad tx)
e.       Payung (umbrella)
f.       Cawan (corymbus atau anthodium)
g.      Bongkol (Capitulum)
h.      Periuk (hypanthodium)
2.      Ibu tangkai bercabang-cabang, dan cabangnya dapat bercabang lagi, sehingga binga tidak terdapat pad ibu tangkainya. Yang termasuk golongan ini adalah :
a.       Malai (panicula)
b.      Malai rata (corymbus ramulus)
c.       Payung Majemuk (umbrella composita)
d.      Tongkol majemuk
e.       Bulir majemuk
b.      Bunga Majemuk Terbatas
Ciri-ciri bunga mejemuk adalah :
5.      Pada ujung sumbu utama selalu terdapat sebuah kuncup bunga, yang menyebabkan sumbu utama tidak dapat tumbuh terus
6.      Bunga pada ujung sumbu utama akan mekar lebih dahulu daripada bunga-bunga lain. Mekar bunga terjadi berturut-turut dari ujung sumbu utama, sehingga dapat dikatakan dari atas ke bawah atauu dari dalam (dari pusat) keluar
7.      Sumbu utama biasanya lebih pendek daripada sumbu sekunder, karena tumbuhnya lambat dan cepat berhenti.
8.      Sumbu utama membentuk sumbu sekunder hanya sedikit karena tumbuhya terbatas. Sumbu sekunder terbentuk pada tempat-tempat yang sama atau tempat-tempat tertentu.
9.      Cara sumbu sekunder bercabang tidak berbeda dengan sumbu utama.
Bentuk gubahan bunga yang termasuk golongan ini adalah :
1.      Anak payung menggarpu (dichasium)
2.      Tangga atau bunga bercabang seling (chicinus)
3.      Sekerup (bostryx)
4.      Sabit (rhipidium)
c.       Bunga Majemuk Campuran
Bunga majemuk ini memperlihatkan baik sifat-sifat bunga majemuk terbatas maupun sifat bunga majemuk tak terbatas, sehingga bagian-bagiannya tidak mengikuti pola perkembangan yang seragam.
Pada bunga majemuk terdapat beberapa bagian yang bersifat seperti daun, seperti :
1.      Daun pelindung bunga majemuk (bracea)
2.      Daun pelindung satu bunga (bracreola), kadang-kadang disebut juga dengan profil
3.      Seludang bunga (spatha)
4.      Daun pembalut (bracea involucralis/involucrum)
5.      Kelopak tambahan (epicalyx)

Buah


Buah yang telah berhasil diserbuki,akan mengalami pembuahan. Pembuahan berlangsung dalam bakal biji yang telah mempersiapkan sel telur dalam kantong embrio. Setelah pembuahan, bakal buah berkembang menjadi buah dan bakal biji berkembang jadi biji. Setelah pembuahan, kelopak, tajuk, benang sari tangkai dan kepala putik akan layu dan gugur.Kadang-kadang ada bagian bunga tersebut yang tidak gugur seperti: daun-daun pelindung pada jagung, daun kelopak pada terung, tangkai kepala putik (rambut jagung) dan kepala putik pada manggis.
        Pada umumnya buah hanya terbentuk setelah terjadi pernyerbukan dan pembuahan pada bunga. Tetapi ada buah terjadi tanpa pembuahan, peristiwa ini disebut partenokarpi (parthenocarpy), contohnya pada pisang.
     Pada perkembangan dinding buah sering menebal, bahkan berdaging,dan dapat dibedakan atas beberapa lapis:
        a.eksokarp (exocarpium,epicarpium)
        b.mesokarp (mesocarpium)
        c.endokarp (endocarpium)
        Jika tidak dapat dibedakan lapisan-lapisan itu,dinding buah juga disebut perikarpium (pericarpium)
 Penggolongan Buah
1.Buah sejati atau buah telanjang
   Buah terbentuk hanya dari bakal buah,jika ada bagian yang tertinggal tapi tidak                
merupakan bagian yang berarti.
a.buah sejati tunggal, berasal dari satu bunga,satu ovarium dan satu atau lebih daun buah, satu atau lebih ruang .Contoh:buah mangga,pepaya,durian.
b.buah sejati ganda, berasal dari satu bunga dengan ginesium apokarp, masing-masing bakal buah menjadi buah. Contoh pada cempaka.
c.buah sejati majemuk, berasal dari bunga majemuk,masing-masing bunga mendukung satu ovarium, setelah jadi buah tetap bersatu (berkumpul), sehingga tampak seperti satu buah, seperti pada pandan.
2.Buah semu atau buah tertutup
    Jika buah terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain dari bunga (lebih besar dan menarik) sehingga buah yang sesungguhnya tersembunyi.
   a.buah semu tunggal, misalnya pada jambu monyet, pada ciplukan.
   b.buah semu ganda, buah berasal dari ginesium apokarpseperti pada arbei.
   c. buah semu majemuk, berasal dari bunga majemuk seperti pada nangka
Menurut perkembangan bakal buah dikenal:
a. Buah tunggal,berasal dari satu bakal buah dari satu bunga.
b. Buah ganda, berasal dari bakal buah satu bunga (ginesium apokarp).setiap buah mempertahankan identitasnya.
c. Buah majemuk,jika berasal dari bunga majemuk.
Buah sejati tunggal.
a.       Buah sejati tunggal yang kering.
·         Buah sejati tunggal kering hanya mengandung satu biji, tidak pecah (indehisoen)
- buah padi (caryopsis), misalnya pada padi, jagung,dll.
-.buah kurung (achenium) pada bunga matahari dan kembang pukul empat.
-.buah keras (nux),seperti buah kurung tetapi berasal dari bakal buah beruang banyak tetapi kemudian lebur menjadi satu, misalnya pada sarangan.
-.buah keras bersayap ( samara) seperti buah keras tetapi pada kulit ada sayap, contoh meranti-merantian.
·         Buah sejati tunggal kering, banyak biji dan bila masak bisa pecah menjadi beberapa bagian buah (mericartia), atau pecah dengan biji terlempar keluar.
a.        buah berbelah (schizocarpium), buah ini mempunyai 2 ruang atau lebih, tiap ruang berisi satu biji.
Buah berbelah dibedakan lagi berdasarkasn jumlah ruangannya atas :
1.      buah berbelah dua (diachenium),pada pegagan
2.      buah berbelah tiga (trichenium)
3.      buah berbelah empat (tetrachenium)
4.      buah berbelah lima (pentachenium)
5.      buah berbelah banyak (polyachenium)
b.            buah kendaga (rhegma), buah ini mempunyai sifat yang sama dengan buah belah tetapi tiap bagian dapat pecah lagi sehingga biji dapat melompat keluar.
b.  Buah sejati tunggal berdaging, buah ini tidak pecah kalau masak kecuali pada pala. Buah ini dapat dibedakan atas :
1. buah buni (bacca), dindingnya 2 lapis :
2.    lapisan luar tipis agak menyangat atau kaku seperti kulit, lapisan dalam yang tebal, lunak , tebal dan berair seringkali dapat dimakan.
3.    kulit buahnya tidak begitu tebal, seringkali mempunyai sifat yang agak kaku seperti kulit, tidak lunak, dan tidak berdaging, biji terdapat bebas di dalamnya seperti buah duku.
·         Buah mentimun (pepo), susunannya hampir sama dengan buah buni. Buah ini mempunyai 3 buah karpel yang tadinya melipat kedalm membentuk sekat sejati, kemudian melipat lagi ke arah dinding luar sehingga ruangan yang sudah terjadi ini terbagi 2 lagi oleh sekat yang tak sempurna. Jika buah masak, sekatnya lenyap hingga buah hanya mempunyai satu ruang saja dengan rongga kosong di tengah.
·         Buah jeruk (hisperidium), kulit buah terdiri dari tiga lapis :
a.       lapisan luar, kaku mengandung munyak atsiri (flavedo)
b.      lapisan tengah, seperti sepon (albedo)
c.       lapisan dalam yang bersekat-sekat hingga terdapat beberapa ruangan
·         Buah batu (drupa), kulit buah tiga lapis :
a.       kulit luar (exocarpium/epicarpium), tipis menjangat
b.      kulit tengah (mesocarpium), tebal berdaging atau berserabut
c.       kulit dalam (endocarpium), tebal keras dan berkayu
·         Buah delima, kulit luar kaku seperti kulit atau hampir mengayu, lapisan dalam tipis dan licin. Buah beberapa ruang dengan biji yang berarrilus.
·         Buah apel (pomum), seperti buah batu dan mempunyai beberapa ruang, tiap ruang mempunyai beberapa biji.
Buah Sejati Ganda
Adalah buah yang berasal dari satu bunga dengan bakal buah yang banyak dan masing-masing bebas, kemudian berkumpul menjadi satu kesatuan buah dengan satu tangkai.
Tipe-tipe buah sejati ganda adalah :
  1. buah kurung ganda , di dalam dasar bunga yang hipantium terdapat banyak buah-buah kurung,misalnya pada bunga ros
  2. buah batu ganda, satu bunga mrmpunyai banyak bakal buah, masins-masing tumbuh menjadi buah batu, misalnya pada Rubus sp.
  3. Buah bumbung ganda, satu bunga dengan banyak ovarium, masing-masing tumbuh menjadi buah bumbung, misalnya pada cempaka.
  4. Buah buni ganda, dari satu bunga dengan ovarium yang banyak masing-masing berkembang menjadi buah buni dan bersatu seperti satu buah, contoh pada sirsak.
Buah Sejati Majemuk
  1. Buah buni majemuk. Berasal dari bunga majemuk, setiap bakal buah berkembang menjadi buah buni dan bersatu menjadi satu buah,contoh pada nenas.
  2. buah batu majemuk, berasal dari bunga majemuk, masing-masing bakal buah berkembang menjadi buah batu dan bersatu menjadi satu buah contoh pada pandan.
Buah kurung majemuk, berasal dari bunga majemuk masing-masing ovarium berkembang menjadi buah kurung yang bersatu menjadi satu buah majemuk nisalnya pada bunga matahari,